Rabu, 07 Desember 2011

TUJUAN NEGARA INDONESIA DALAM PEMBUKAAN UUD 45



TUJUAN NEGARA INDONESIA DALAM PEMBUKAAN UUD 45

  1. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  2. untuk memajukan kesejahteraan umum,
  3. mencerdaskan kehidupan bangsa,
  4. melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,
Maka dapat kita simpulkan bahwa negara Indonesia melindungi negara tanah air dan seluruh warga negara indonesia baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. Selain itu negara kita menginginkan situasi dan kondisi rakyat yang bahagia, makmur, adil, sentosa, dan lain sebagainya. Di samping itu negara indonesia turut berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia untuk kepentingan bersama serta tunduk pada perserikatan bangsa-bangsa atau disingkat PBB.
Meskipun Indonesia sudah merdeka 67 tahun, tujuan berbangsa dan bernegara belum seluruhnya sesuai amanat Pembukaan UUD 1945. Tujuan melindungi tumpah darah Indonesia dan ikut menjaga ketertiban serta perdamaian di dunia memang sudah tercapai. Akan tetapi, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan rakyat belum seluruhnya dilakukan. Dulu pernah ada upaya untuk mencapai tujuan negara dengan tiga cara (trilogi pembangunan), yaitu pemerataan ekonomi, pertumbuhan, dan stabilitas nasional, sekarang dengan cara lain juga harus dicapai.
Dengan melihat perjalanan bangsa sampai 2011 ini, dapat dikatakan bahwa tujuan negara, yakni memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial masih belum tercapai, juga Indonesia belum bangkit dan mandiri.
Buktinya, jumlah penganggur masih tinggi, rakyat yang memiliki rumah pun masih sedikit, dan masih banyak orang miskin, dan menjadi tanggung jawab para pemimpin bangsa yang diberi amanah untuk mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara itu.
n  Kementerian Perumahan Rakyat mencatat, ada 9,7 juta keluarga di Indonesia yang belum mempunyai rumah (Jawa Pos, 30/10/07)
n  Menurut catatan BPS, jumlah penduduk miskin sebesar 37,17 juta (16,58%). Adapun versi Bank Dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia tetap di atas 100 juta (42,6%)
n  Menurut BPS, jumlah pengangguran tercatat 10,55 juta jiwa (9,75%). Adapun versi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mencapai 40 juta jiwa
n  Anggaran pendidikan hanya 11,85% dari mandat 20% dan angka putus sekolah mencapai 36,73% (Education Watch Indonesia, 2007)
n  Beban hidup yang semakin berat karena dihimpit oleh kemiskinan, kemelaratan dan kebodohan, terlebih lagi dengan semakin mahalnya biaya pendidikan, kesehatan, BBM, kebutuhan pokok plus banyaknya bencana alam akibat ulah manusia dan minimnya bantuan serta lambannya penanganan pemerintah.
n  Kebijakan politik luar negeri, menunjukkan Indonesia  semakin berkiblat kepada kepentingan AS dan sekutunya. Cita-cita ingin menghapus penjajahan, ketidakadilan, diskriminasi dan kedzoliman hanya menjadi retorika belaka
n  Dukungan Indonesia terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1747 yang memberikan sanksi terhadap Iran karena program nuklirnya
n  Delegasi Indonesia datang pada perjanjian Israel-Palestina di Annapolis yang diprakarsai AS, padahal tidak menyertakan Hamas sebagai pemenang pemilu
n  Sambutan luar biasa terhadap kunjungan Menlu + Presiden AS & kunjungan delegasi Indonesia ke Israel beberapa waktu lalu serta terjalinnya hubungan (dagang) dengan negara penjajah tersebut
Semakin kuatnya intervensi asing, sebagaimana terlihat dalam UU PMA, UU Migas, UU Inteligen, UU Terorisme dan UU SDA, gerakan separatis di Aceh, Maluku dan Papua serta penandatangan DCA (Defence Cooperation Agreement) dengan Singapura

1 komentar:

  1. Dengan melihat perjalanan bangsa sampai 2011 ini, dapat dikatakan bahwa tujuan negara, yakni memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial masih belum tercapai, juga Indonesia belum bangkit dan mandiri

    BalasHapus