Kamis, 08 Desember 2011

KEBERADAAN DAN PENGARUH LEMPENG TEKTONIK DI INDONESIA


KEBERADAAN DAN PENGARUH LEMPENG TEKTONIK
DI INDONESIA
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:
1)       Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua
2)       Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua
3)       Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua
4)       Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua
5)       Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut - Lempeng benua
6)       Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan - Lempeng benua
7)       Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik - Lempeng samudera
Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping/bergeser).
Divergen, bila lempeng-lempeng bergerak saling menjauh, sehingga membentuk celah, mengakibatkan material lelehan dari astenosfer terinjeksi naik ke atas, mendingin, lalu membentuk lantai samudra baru yang berupa pematang tengah samudra, seperti yang terjadi di Samudra Atlantik. Kecepatan lempeng yang saling menjauh ini bergerak antara 2-10 cm per tahun.
Konvergen, bila lempeng bertemu yang menyebabkan salah satu lempeng menekuk melengkung masuk ke lempeng yang lain. Pada kesempatan inilah ada lempeng yang dihancurkan di dalam astenosfer, sehingga lempeng yang padat dan kaku itu menjadi lebur di dalam astenosfer yang sangat panas. Ini merupakan salah satu hukum keseimbangan, ada lempeng yang saling menjauh dengan menambah lebarnya samudra Atlantik, misalnya, maka harus ada bagian lain dari kelebihan itu yang harus dihancurkan. Bila dua lempeng benua dan lempengan samudra saling bertemu, saling menekan, mendorong, pada umumnya lempeng samudra akan menekuk ke dalam astenosfer, kemudian meleleh. Bahan lelehan terus ditekan kembali ke atas dengan kekuatan yang luar biasa, sehingga ada bagian yang mencapai permukaan, dan terbentuklah gunung api, dan daerah ini pun merupakan pusat gempa.
Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50-100 mm/a.
Transform terjadi bila lempeng saling bergesekan ketika lempeng itu bergerak berlawanan arah, dengan tidak menyebabkan dampak seperti yang dialami oleh pergerakan divergen ataupun konvergen. Batas lempengnya berbentuk sesar transform, pada umumnya terjadi di samudra.

Kepulauan Indonesia adalah salah satu wilayah yang memiliki kondisi geologi yang menarik. Menarik karena gugusan kepulauannya dibentuk oleh tumbukan lempeng-lempeng tektonik besar.
Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Tumbukan Lempeng Eurasia dan Lempeng India-Australia mempengaruhi Indonesia bagian barat (lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara), sedangkan pada Indonesia bagian timur (utara Irian dan Maluku utara), dua lempeng tektonik ini ditubruk lagi oleh Lempeng Samudra Pasifik dari arah timur.
Pergerakan lempeng saling mendekati akan menyebabkan tumbukan (subduksi), dimana salah satu dari lempeng akan menunjam ke bawah yang lain. Daerah penunjaman membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan jalur gempa bumi yang kuat. Di belakang jalur penunjaman akan terbentuk rangkaian kegiatan magmatik dan gunungapi serta berbagai cekungan pengendapan. Salah satu contoh yang terjadi di Indonesia adalah pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Pertemuan kedua lempeng tersebut menghasilkan jalur penunjaman di selatan Pulau Jawa, jalur gunung api di sepanjang pantai barat Sumatera, Jawa bagian selatan sampai ke Nusa Tenggara, dan pembentukan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Cekungan Jawa Utara

Pertemuan lempeng-lempeng tektonik besar di Indonesia itu menghasilkan berbagai macam fenomena alam. Salah satu contoh yang terjadi di Indonesia adalah pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Pertemuan kedua lempeng tersebut menghasilkan jalur penunjaman di selatan Pulau Jawa, jalur gunung api aktif  yang sewaktu-waktu akan metelus di sepanjang pantai barat Sumatera, Jawa bagian selatan sampai ke Nusa Tenggara, dan pembentukan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Cekungan Jawa Utara.
Secara umum bencana alam yang disebabkan oleh aktivitas tektonik lempeng dapat berupa gempa bumi maupun letusan gunung berapi. Baik gempa bumi maupun gunung berapi yang sumber aktivitasnya berada di laut bisa menyebabkan bencana tsunami pada kekuatan tertentu.
Para ahli gempa menemukan 80% sumber gempa di seluruh dunia terdapat pada jalur sempit, dekat palung samudra, serta rangkaian kepulauan vulkanik berbentuk busur. Penunjaman kerak samudera ke bawah kerak benua pada jalur subduksi dengan gerakan yang lambat tapi cenderung konstan menyebabkan terjadi tegangan akibat pergesekan sehingga menimbulkan gempa bumi.
Pengaruh aktivitas letusan gunung api, gempa bumi, longsoran maupun meteor yang jatuh ke laut dengan kekuatan tertentu dapat menyebabkan tsunami. Namun, 90%  tsunami yang terjadi di dunia adalah akibat gempa bumi yang berpusat di bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami yang diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus pada 27 Agustus 1883 menyebabkan gelombang tsunami mencapai ketinggian 40 meter dan menimbulkan korban jiwa sekitar 36,4 ribu jiwa dan meluluh-lantakkan Pantai Banten, pulau-pulau kecil di Selat Sunda, dan Pantai Lampung.  Tsunami yang terjadi di perairan Sumatra bagian utara pada 26 Desember 2004 dipicu oleh gempa bumi dengan kekuatan hampir 9 Skala Richter. Total korban jiwa pada peristiwa tersebut mencapai sekitar 174 ribu jiwa meliputi sebagian besar warga provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan sebagian kecil warga Kepulauan Nias, Sumatra Utara.
 Selain itu, fenomena tektonik lempeng memberikan sumber kekayaan dan potensi alam yang dapat bermanfaat untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat, mulai dari sumberdaya mineral, air, batubara, minyak bumi dan gas, sumber energi panas bumi, sampai pada potensi keindahan alam.
Cekungan-cekungan akibat tektonik lempeng dapat menjadi medium pengendapan sedimen yang bisa berpotensi sebagai reservoir air, migas, maupun batubara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar